
- Inisiator
UPTD Puskesmas Way Panji
2. Bentuk Inovasi
Inovasi Pelayanan Publik
3. RANCANG BANGUN DAN POKOK PERUBAHAN
UPTD Puskesmas Way Panji Kab. Lampung Selatan menciptakan/mengembangkan suatu inovasi berjudul Sehat dan Terjaga Mari Prolanis (SENJA MANIS), yang sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor: B/263/V.02/HK/2024 tanggal 30 Januari 2024 tentang Penetapan Inovasi dan Pelaksana Inovasi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2024. SK Bupati Lampung Selatan ini merupakan regulasi turunan dari Peraturan Bupati Lampung Selatan Nomor 4.1 Tahun 2020 tentang Inovasi Daerah, yaitu berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 17 dan Pasal 23 Peraturan Bupati tersebut.
Inovasi SENJA MANIS (Sehat Terjaga Mari Prolanis) dilatarbelakangi oleh masih rendahnya angka ketercapaian pasien hipertensi dan diabetes yang terkendali di wilayah kerja UPTD Puskesmas Way Panji. Berdasarkan data tahun 2021–2022, meskipun angka penemuan kasus hipertensi dan diabetes cukup tinggi, namun hampir seluruh pasien belum mencapai kondisi terkendali. Baru pada tahun 2023 terlihat peningkatan pasien terkendali sebesar 30% untuk hipertensi dan 28% untuk diabetes. Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah penderita yang terdata dengan jumlah penderita yang berhasil mengendalikan penyakitnya.
Faktor yang mempengaruhi rendahnya angka keterkendalian antara lain kurangnya kesadaran masyarakat usia produktif untuk rutin memeriksakan kesehatan, rendahnya partisipasi pasien dalam kegiatan Prolanis, serta minimnya dukungan keluarga dan lintas sektor dalam mendukung perubahan gaya hidup sehat. Oleh karena itu, diperlukan suatu inovasi yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus memperkuat sistem layanan Prolanis agar lebih efektif, sistematis, dan berkesinambungan.
Inovasi SENJA MANIS dirancang sebagai pendekatan integratif dalam upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular, khususnya hipertensi dan diabetes. Konsep inovasi ini menekankan pada tiga pilar utama:
- Pencegahan melalui promotif dan preventif, yakni mengajak masyarakat usia produktif (18–59 tahun) untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala di Puskesmas.
- Pendampingan pasien Prolanis secara aktif, melalui kegiatan senam kesehatan, pemeriksaan rutin (tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan), serta edukasi kesehatan yang terjadwal.
- Kolaborasi keluarga dan lintas sektor, yaitu mengoptimalkan dukungan keluarga, kader kesehatan, serta peran perangkat desa dalam memastikan pasien Prolanis hadir dan rutin mengikuti program.
Tahapan implementasi inovasi SENJA MANIS dilakukan melalui:
- Sosialisasi awal kepada masyarakat, kader, dan lintas sektor terkait manfaat Prolanis.
- Pemetaan dan pencatatan pasien Prolanis, dilanjutkan dengan integrasi data melalui aplikasi P-Care BPJS.
- Pelaksanaan kegiatan rutin bulanan, berupa senam Prolanis, skrining kesehatan, serta penyuluhan dengan tema yang berganti setiap bulan.
- Monitoring dan evaluasi, berupa pencatatan keteraturan hadir, hasil pemeriksaan, dan tindak lanjut pasien yang belum terkendali.
- Umpan balik dan perbaikan, melalui rapat koordinasi internal Puskesmas bersama BPJS dan lintas sektor.
Pokok Perubahan yang Terjadi
Sebelum adanya inovasi, kegiatan Prolanis di Puskesmas Way Panji masih bersifat rutinitas dengan keterlibatan peserta yang tidak konsisten, serta belum optimal dalam menghasilkan angka keterkendalian pasien hipertensi dan diabetes. Pasien cenderung datang hanya ketika sakit, tidak rutin melakukan pemeriksaan, dan kurang memperoleh dukungan keluarga maupun lingkungan.
Setelah inovasi SENJA MANIS terimplementasi, diharapkan terjadi perubahan nyata berupa:
- Peningkatan partisipasi pasien.
- Peningkatan angka keterkendalian hipertensi dan diabetes, dari rata-rata 28–30% menjadi minimal 50% di akhir tahun pelaksanaan.
- Perubahan perilaku masyarakat usia produktif, yang lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan berkala dan gaya hidup sehat.
- Terbangunnya sinergi lintas sektor, sehingga keberlanjutan program lebih terjamin dengan dukungan desa dan keluarga pasien.
Keunggulan Inovasi SENJA MANIS
Inovasi SENJA MANIS (Sehat Terjaga Mari Prolanis) memiliki beberapa keunggulan dibandingkan pelaksanaan Prolanis sebelumnya, yaitu:
- Pelayanan lebih proaktif dan terintegrasi, tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif melakukan pemetaan, pemantauan, dan tindak lanjut terhadap peserta Prolanis.
- Menggabungkan pendekatan promotif, preventif, dan pengendalian penyakit kronis dalam satu kegiatan rutin yang mencakup senam kesehatan, skrining kesehatan, edukasi, dan pendampingan pasien.
- Melibatkan keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, dan BPJS Kesehatan, sehingga dukungan terhadap perubahan perilaku pasien menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
- Memanfaatkan pencatatan dan monitoring berbasis data melalui aplikasi P-Care BPJS, sehingga kondisi peserta dapat dipantau secara berkala dan tindak lanjut menjadi lebih terarah.
- Fleksibel dan mudah direplikasi di desa lain karena menggunakan sumber daya yang tersedia di Puskesmas dan melibatkan partisipasi masyarakat.Kebaharuan (Novelty) Inovasi SENJA MANISKebaharuan dari inovasi SENJA MANIS terletak pada perubahan pola layanan Prolanis yang sebelumnya bersifat rutin dan pasif menjadi model pelayanan kronis yang aktif, kolaboratif, dan berbasis komunitas.Inovasi ini menghadirkan beberapa unsur baru, yaitu:
- Integrasi senam kesehatan, skrining, edukasi, dan pendampingan pasien dalam satu siklus pelayanan bulanan.
- Pendekatan “jemput bola” melalui keterlibatan kader dan perangkat desa untuk memastikan peserta hadir dan mengikuti program secara rutin.
- Fokus tidak hanya pada pengobatan, tetapi pada perubahan perilaku dan pencegahan komplikasi melalui edukasi berkelanjutan.
- Kolaborasi lintas sektor dan keluarga sebagai bagian dari sistem pengendalian penyakit kronis, sehingga keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan.
- Pemanfaatan data peserta secara berkesinambungan untuk monitoring keterkendalian hipertensi dan diabetes serta penentuan tindak lanjut yang lebih cepat dan tepat.
4. TUJUAN INOVASI
- Tujuan dari Inovasi SENJA MANIS ini adalah menanamkan kesadaran Usia Produktif 15-59 tahun tentang Pentingnya Memeriksakan Kesehatan ke fasilitas kesehatan secara berkala dan mengikuti kegiatan prolanis untuk terus memantau hipertensi dan diabetes agar tetap terkendali.
- Mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit
- Perlu nya suport dari keluarga dan lintas sektor agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mengurangi peningkatan kasus pasien penyakit tidak menular.
5. MANFAAT INOVASI
Implementasi Inovasi Sehat dan Terjaga Mari Prolanis (SENJA MANIS) telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, UPTD Puskesmas Way Panji, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Manfaat tersebut antara lain:
1. Bagi Masyarakat
- Meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya penderita hipertensi dan diabetes melitus, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit.
- Meningkatnya kepatuhan peserta PROLANIS dalam mengikuti kegiatan senam, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, edukasi kesehatan, serta kontrol pengobatan secara berkala.
- Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penerapan pola hidup sehat, pengelolaan penyakit kronis, serta pencegahan komplikasi hipertensi dan diabetes melitus.
- Menurunnya risiko komplikasi akibat hipertensi dan diabetes melalui pemantauan kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan.
- Meningkatnya kualitas hidup peserta PROLANIS karena kondisi kesehatan lebih terpantau dan terkendali.
2. Bagi UPTD Puskesmas Way Panji
- Terbangunnya sistem pelayanan PROLANIS yang lebih terstruktur, proaktif, dan berkelanjutan melalui kegiatan promotif, preventif, dan pemantauan kesehatan secara rutin.
- Memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan monitoring kondisi peserta serta tindak lanjut terhadap pasien yang belum mencapai kondisi terkendali.
- Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pendekatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan peserta dan pencegahan komplikasi penyakit kronis.
3. Bagi Pemerintah Daerah dan Pemangku Kepentingan
- Meningkatkan sinergi antara UPTD Puskesmas Way Panji, BPJS Kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, dan keluarga dalam mendukung pengendalian penyakit tidak menular.
- Mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan daerah serta implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) secara lebih optimal.
- Menjadi model inovasi pelayanan kesehatan yang dapat direplikasi oleh Puskesmas lain dalam meningkatkan pengendalian hipertensi dan diabetes melitus melalui pendekatan promotif dan preventif.
- Mendorong terbentuknya budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap pemeriksaan kesehatan berkala dan penerapan gaya hidup sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Melalui Inovasi SENJA MANIS, terjadi peningkatan partisipasi peserta PROLANIS dari 58% pada tahun 2024 menjadi 75% pada tahun 2026, sedangkan kepatuhan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah meningkat dari 75% menjadi 100%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya memperbaiki capaian program, tetapi juga berhasil mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih aktif dalam menjaga kesehatan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta meningkatkan kualitas pelayanan PROLANIS di UPTD Puskesmas Way Panji.
6. HASIL INOVASI
Pelaksanaan Inovasi Sehat dan Terjaga Mari Prolanis (SENJA MANIS) memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam mengikuti kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Way Panji. Keberhasilan inovasi diukur melalui tiga indikator utama, yaitu tingkat kehadiran peserta, kepatuhan pemeriksaan gula darah rutin, dan kepatuhan pemeriksaan tekanan darah rutin.
Pada awal implementasi tahun 2024, tingkat kehadiran peserta PROLANIS masih mencapai 58% dari target 75%, sedangkan kepatuhan melakukan pemeriksaan gula darah rutin dan pemeriksaan tekanan darah rutin masing-masing baru mencapai 75% dari target 100%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala masih belum optimal. Sebagian besar peserta masih datang ke pelayanan kesehatan ketika mengalami keluhan, sehingga pengendalian penyakit kronis belum berjalan secara maksimal.
Setelah dilakukan penguatan melalui Inovasi SENJA MANIS, terjadi peningkatan yang konsisten pada seluruh indikator. Pada tahun 2025, tingkat kehadiran peserta meningkat menjadi 68%, sedangkan kepatuhan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah rutin meningkat menjadi 85%. Peningkatan ini merupakan hasil dari pendekatan yang diterapkan melalui kegiatan senam PROLANIS, edukasi kesehatan secara berkelanjutan, pemantauan aktif oleh petugas kesehatan dan kader, serta dukungan pemerintah desa dalam menggerakkan masyarakat untuk mengikuti kegiatan secara rutin.
Pada tahun 2026, seluruh indikator berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Tingkat kehadiran peserta mencapai 75%, sementara kepatuhan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah rutin masing-masing mencapai 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peserta PROLANIS tidak lagi memanfaatkan pelayanan kesehatan hanya ketika sakit, tetapi telah memiliki kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mengendalikan penyakit hipertensi maupun diabetes melitus.
Secara keseluruhan, selama periode 2024–2026 terjadi peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator kinerja. Tingkat kehadiran peserta meningkat sebesar 17 poin persentase, dari 58% menjadi 75%, sedangkan kepatuhan pemeriksaan gula darah dan tekanan darah meningkat masing-masing sebesar 25 poin persentase, dari 75% menjadi 100%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Inovasi SENJA MANIS berhasil mengubah perilaku peserta dari pelayanan yang bersifat kuratif menjadi pelayanan yang berorientasi pada promotif dan preventif.
Keberhasilan inovasi tidak hanya ditunjukkan melalui peningkatan capaian indikator pelayanan, tetapi juga melalui semakin kuatnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, BPJS Kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan Program PROLANIS. Sinergi tersebut menjadikan pelaksanaan PROLANIS lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup peserta serta upaya pencegahan komplikasi penyakit hipertensi dan diabetes melitus.
Berikut Pedoman Teknis Inovasi dapat diunduh pada file berikut ini :
https://drive.google.com/file/d/15QZEx71Ug2TEZl97TH3uViElWOGgFJ5U/view?usp=sharing



